agen bola

poker dengan jackpot terbesar
Situs Agen Poker Online




agen judi terpercaya
agen bola online




Kontes SEO MASTERPOKER88 JUDI POKER ONLINE  INDONESIA TANPA BOT
poker dengan jackpot terbesar






POKER88

Kisah Kasih Di Sekolah

Kisah Kasih Di Sekolah – Cerita Cinta Di Sekolah – Kisah Di Sekolah – asmara di sekolah adalh suatu kisah yang munkin menjadi kisah cinta yang penuh dengan kenangan yang lucu atau kenangan yang jika kita ingat kita bisa bergumam dalam hatu”mengapa demikian?”. cinta monyet mewarnai dalam perjalannya. atau naksir seseorang dengan diam2. ada juga yang caper padahal orang yang kitaa incar tak tahu menahu dengan sikap kita. sungguh suasana yang sangat romantis dan mengasyikkan perjalanan kasih saat kita masih duduk di bangku sekolah. di sini saya akan bercerita tentang kisah seseorang yang kini jauh tinggal di negeri sbrang.

ku kayuh sepedaku dengan cepat agar sampai di sekolah lebih awal. pagi ini memang pagi yang bersahabat bagi ku, cerah dengan sinar matahari yang tidak seberapa panas menyengat. hangat,,, itulah yang kurasa. tepat pukul 06.30 aku sampai di sekolah, ku parkir sepeda ku di tempat biasa aakuparkir supayaa jika nanti aku pulang tidak antri mengeluarkan sepeda, karna saking banyaknya teman-teman yang membawa sepeda ke sekolah. sesampainya di kelas aku memulai pikaet yang memang hari ini adalah giliran ku dan empat teman ku. langkah sepatu yang aku tunggu telah mulai aku dengar, hati ku langsung berdegup kencang. ya,,itulah langkah sepatu galang, yang selama ini diam-diam aku menyimpan hati untuknya.

bel masuk sudah berbunyi, pelajaran pertama juga sedang di mulai aku yang duduk di bangku barisan kedua sekali-kali aku menoleh pada bangku yang p[aling ujung.bangku di mana galang duduk hanya sendirian. ” tiara, apa yang kamu lihat?” tanya dinda teman sebangku ku, yang membuatku tersentak kaget. ” ku perhatikan dari tadi kau menoleh ke ujung melulu” timpal dinda. aku dengan malu-malu menjawab “ah,,tidak ada apa-apa, itukan hanya perasaan mu saja”. bel istirahat berbunyi semua anak kelas dua belas termasuk kelas ku yang IPA IX keluar menuju tempat yang biasa mereka kunjungio masing-masing selain kantin sekolah. aku keluar paling akhir karna aku tak berminat menuju kantin dan ternyata galang tidak keluar. galang masih menulis entah apa yang dia tulis. aku berdiri dari bangku bermaksud keluar menuju teman-teman kongko-kongko ku. ” tiara,,,, apa kamu mempunyai catatan lengkap fisika ?” tiba-tiba galang menanyakan itu pada ku. aku yang kaget karna tak menyangka jika galang yang seorang pendiam bisa menegurku, karna dia adalah pindahan sekolah darin luar kota. dengan menyembunyikan kekagetan ku aku menjawab ” ada tapi sekarang aku tidak membawa buku fisika karna hari ini tidak ada pelajaran fisika”. “apa bisa aku pinjam besok, karna aku sangat banyak ketinggalan” ujar galang sembari meminta.

jam sudah menunjukkan waktu pukul 01.00 siang. waktu jam pelajaran terakhir usai. aku menuju tempat parkiran. “aduh,,,panas benar siang ini ” gerutu ku dalam hati. ku pasang jaket dan topi ku. lalu ku kayuh sepedaku menuju keluar gedung sekolah. di depan pintu sekolah aku berpapasan dengan galang yang masih menunggu jemputan. ku sapaq dia dan aku berpamit untuk pulang duluan. galang yang sendirian menunggu jemputan meminta ku untuk memberi nomor hand phone ku. ku beri dia nomor hand phone ku. dan akhirnya kami bertukar nomor handphone.

beberapa hari dan berminggu-minggu kita lalui bersama aku dan galang semakin akrab dan sudah bisa di katakan sahabat galang yang paling dekat di sekolah hanya aku. galang sering bertanya apa yang tidak tahu dari pelajaran begitu juga sebaliknya. aku dan galang sama-sama merupakan murid yang bisa di kategorikan pandai dalam hampir semua mata pelajaran. namun meski aku dan galang sudah akrab tak pernah sedikit pun galang menunjukkan pada ku sedikt saja tanda yang bisa mengarahkan pada rasa suka. padahal rasa itu ada pada hati ku jauh sebelum aku dekat dengan galang.

suatu hari aku menerima ajakan galang untuk menemaninya jalan-jal;an di sebuah mall yang ada di kota ku. ” kamu mau cari apa?” tanyaku pada galang. ” aku hanya pengen jalan-jalan aza, siapa tahu ada yang cocok ya aku beli” jawab galang datar. aku yang tidak tahu apa yang di inginkan galang terpaksa akuturutimsaja kemana galang pergi. hingga galang berhenti di salah satu toko aksesoris. galang masuk dan melihat-lihat bando cewek. dalam hati aku bergumam ” untuk siapa galang membeli bando cewek ini? apa untuk ku?” aku yang berpura-pura cuek hanya dapat pura-pura memilih tali rambut.
galang mengajak ku nonoton film terbaru yang sangat populer. kami berdua seperti pasangan muda-mmudi kebanyakan. galang memegang tangan ku dengan mesra. namun aku masih bingung apa yang ada dalam benak galang. apa maksud kemesraan yang ia tunjukkan pada ku. aku hanya bisa mengikuti alur kemesraan galang. karna memang di lubuk hati ku aku memang mengharapkan ini. jam sudah menunjukkan pukul 21.00. aku mengajak galang pulang dan galang pun meng iyakan ajakna ku.

ujian akhir sekolah sudah usai dan kini menjelang persiapan menghadapi ujian nasional.aku galang dan teman-teman yang lain sibuk dengan persiapan ujian nasional. galang sibuk memngiukuti bimbingan belajar. aku dan teman-teman ku sibuk mengikuti les-les tambahan dari guru prifat. akhirnya hari ujian nasional telah tiba aku dan galang sekarang jarang berkomunikasi karna harus mempersiapkan semuanya. setelah melalui ujian nasional usai kami mulai masuk hari-hari tenang. galang seperti menjaga jarak dengan ku. aku tak mengerti mengapa galang berubah.

hari pengumuman telah tiba di sekolah ku di umumkan 100% anak didiknya lulus. aku langsung bersujud syukur dan kini aku hanya memikirkan unifersitas mana yang bisa menerima kemampuanku. tiba-tiba galang menghampiri ku yang sedang asyik meminta tanda tangan pada teman-teman ku. “nanti sore aku undang kamu ke rumah ku. aku ingin mengajak kamu pergi jalan-jalan” galang mengundang ku. aku menyetujuinya. akunpikir dia akan meminta tanda tangan ku sebagai kenang-kenangan untuknya.

stelah usai sholat maghrib aku lekas berganti pakaian untuk segera pergi ke rumah galang. sampai di rumah galang pukul 18.30 aku ketuk pintu rumahnya. kemudian wanita setengah baya membuka pintu rumah galang “non tiara kah anda?” wanita setengah baya itu bertanya padaku. ” iya benar bu,,” jawab ku dengan tersenyum. “silahkan masuk non,,,” dia berkata sambil mempersilahkan aku duduk di sofa ruang tamu. tak lama kemudian galang muncul dari lantai dua dengan menggunakan pakaian rapi dan tas yang biasa menghiasi pundaknya.

kami menuju garasi rumah galang, galang mengelurkan mobil yang hendak kita pakai untuk jalan-jalan. aku masuk dan duduk di depan kami menuju pusat kota yang malam itu ramai oleh kendaraan. ” kita mau kemana?” aku memulai membuka percakapan ” aku ingin mencari tempat untuk duduk santai sambil bercengkrama dengan mu” jawab galang tenang. akhirnya tiba di suatu taman tengah kota galang menepikan mobilnya dan kita turun. kami menuju bangku tempat duduk dan kami duduk layaknya sepasang kekasih. ” apa kamu suka bertaeman dengan aku?” tanya galang. ” kenapa aku harus tidak suka?” jawab ku dengan mengernyitkan dahi. ” aku tahu apa yang kau rasakan selama ini, namun aku selalu menyembunyikan apa yang aku rasakan padamu” galang mulai membuka pembicaraan serius. ” aku takut jikaaku memulai suatu hubungan akan menyisakan sakit di hati mu karna aku tidak mungkin berada di sisi mu lagi ” sambil menghela nafas panjang. aku tidak tahu apa yang aku rasakan malam ini. bahagiakah? karna cinta ku terbalas atau malah sebaliknya sedih karna galang mengatakan tidak bisa berada disisi ku lagi. ” malam ini aku mengajak mu jalan-jalan hanya untuk mengatakan apa yang kau rasakan tidak bertepuk sebelah tangan tapi aku juga tidak memaksa diri mu untuk menerima cinta ku karna setelah ijazah kita keluar aku harus meneruskan sekolah ke luar negeri” aku tertunduk lesu mendengar penjelasan galang, galang tahu apa yang aku rasakan dia genggam tangan ku dan dia yakinkan dengan mengatakan ” jika kau sudi menunggu ku aku pasti kembali untuk mu” aku tak bisa berkata apa aku hanya menangis dalam pelukan galang. dalam hati aku berkata “aku akan selalu setia menunggu mu”.

langit begitu indah dengan gemerlap jutaan bintang yang bertaburan di angkasa. suasana syahdu nan romantis ini ku ingin janganlah cepat berlalu. hingga nanti pada saat dia kembali untukku.

selesai

Comments are closed.